Nasional, Jakarta - Dian Yuli Novi, terduga teroris yang ditangkap di Bintara Jaya, Bekasi, Sabtu malam,10 Desember 2016, tidak diketahui apa pekerjaannya sehari-hari. "Kabar yang saya dengan dia berjualan ikan di Bandung," kata Watma, kepala desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, tempat kediaman orang tuanya.

Dian diduga akan menjadi pelaku peledakaan di Istana Negara menggunakan bom dalam bentuk panci.

Dijelaskan Watma, sekitar 2011, Dian pernah pulang untuk merawat ayahnya yang tengah sakit. Desakan ekonomi akhirnya membuat Dian memutuskan menjadi tenaga kerja wanita (TKW) pada 2012. "Dian memang datang ke balai desa untuk mengurus administrasi untuk berangkat jadi TKW di Taiwan," kata Watma, Senin, 12 Desember 201

Diduga kondisi perekonomian keluarga mereka yang tak kunjung membaik membuat Dian akhirnya memutuskan untuk menjadi TKW. Namun Watma sendiri mengaku tidak tahu apakah Dian memang jadi berangkat ke Taiwan atau tidak.

Ditambahkan Watma, warga desa mengenai Dian sebagai orang yang baik sekalipun lebih tertutup dan pendiam. Sehingga Watma tidak tahu penyebab kenapa Dian akhirnya bergagang dengan jaringan teroris.

Bahkan hingga kini Watma mengaku orangtua Dian tidak diberi tahu mengenai kondisi Dian. Orangtua Dian hanya diberi tahu jika Dian terjaring operasi yustisi di Jakarta. "Orangtuanya sedang sakit, jadi kasihan kalau diberi tahu sejujurnya," kata Watma.

Terlebih selama ini Dian yang merupakan anak pertama dikenal sebagai tulang panggung keluarganya. "Tapi saya juga tidak tahu apakah Dian sering mengirimkan uang atau tidak kepada keluarganya," kata Watma.
Ivansyah